Catatan Ku

Coretan Seorang Hamba

About Me

My Photo
Martha
Seorang Manusia Yang berasal Dari Air yang Hina, Berkat Rahmat Tuhannya dia dimuliakan dengan diciptakan sebagai Manusia. Dan akan berpulang menjadi bangkai yang di mkan ulat-ulat
View my complete profile

Popular Posts

Archive for June 2013

AYAT TASYBIH Mengenai ayat mutasyabih yg sebenarnya para Imam dan Muhadditsin selalu berusaha menghindari untuk membahasnya, namun justru sangat digandrungi oleh sebagian kelompok muslimin sesat masa kini, mereka selalu mencoba menusuk kepada jantung tauhid yg sedikit saja salah memahami maka akan terjatuh dalam jurang kemusyrikan, seperti membahas bahwa Allah ada dilangit, mempunyai tangan, wajah dll yg hanya membuat kerancuan dalam kesucian Tauhid ilahi pada benak muslimin, akan tetapi karena semaraknya masalah ini diangkat ke permukaan, maka perlu kita perjelas mengenai ayat ayat dan hadits tersebut. Sebagaimana makna Istiwa, yg sebagian kaum muslimin sesat sangat gemar membahasnya dan mengatakan bahwa Allah itu bersemayam di Arsy, dengan menafsirkan kalimat ”ISTIWA” dengan makna ”BERSEMAYAM atau ADA DI SUATU TEMPAT” , entah darimana pula mereka menemukan makna kalimat Istawa adalah semayam, padahal tak mungkin kita katakan bahwa Allah itu bersemayam disuatu tempat, karena bertentangan dengan ayat ayat dan Nash hadits lain, bila kita mengatakan Allah ada di Arsy, maka dimana Allah sebelum Arsy itu ada?, dan berarti Allah membutuhkan ruang, berarti berwujud seperti makhluk, sedangkan dalam hadits qudsiy disebutkan Allah swt turun kelangit yg terendah saat sepertiga malam terakhir, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim hadits no.758, sedangkan kita memahami bahwa waktu di permukaan bumi terus bergilir, maka bila disuatu tempat adalah tengah malam, maka waktu tengah malam itu tidak sirna, tapi terus berpindah ke arah barat dan terus ke yang lebih barat, tentulah berarti Allah itu selalu bergelantungan mengitari Bumi di langit yg terendah, maka semakin ranculah pemahaman ini, dan menunjukkan rapuhnya pemahaman mereka, jelaslah bahwa hujjah yg mengatakan Allah ada di Arsy telah bertentangan dg hadits qudsiy diatas, yg berarti Allah itu tetap di langit yg terendah dan tak pernah kembali ke Arsy, sedangkan ayat itu mengatakan bahwa Allah ada di Arsy, dan hadits Qudsiy mengatakan Allah dilangit yg terendah. Berkata Al hafidh Almuhaddits Al Imam Malik rahimahullah ketika datang seseorang yg bertanya makna ayat : ”Arrahmaanu ’alal Arsyistawa”, Imam Malik menjawab : ”Majhul, Ma’qul, Imaan bihi wajib, wa su’al ’anhu bid’ah (tdk diketahui maknanya, dan tidak boleh mengatakannya mustahil, percaya akannya wajib, bertanya tentang ini adalah Bid’ah Munkarah), dan kulihat engkau ini orang jahat, keluarkan dia..!”, demikian ucapan Imam Malik pada penanya ini, hingga ia mengatakannya : ”kulihat engkau ini orang jahat”, lalu mengusirnya, tentunya seorang Imam Mulia yg menjadi Muhaddits Tertinggi di Madinah Almunawwarah di masanya yg beliau itu Guru Imam Syafii ini tak sembarang mengatakan ucapan seperti itu, kecuali menjadi dalil bagi kita bahwa hanya orang orang yg tidak baik yg mempermasalahkan masalah ini. Lalu bagaimana dengan firman Nya : ”Mereka yg berbai’at padamu sungguh mereka telah berbai’at pada Allah, Tangan Allah diatas tangan mereka” (QS Al Fath 10), dan disaat Bai’at itu tak pernah teriwayatkan bahwa ada tangan turun dari langit yg turut berbai’at pada sahabat. Juga sebagaimana hadits qudsiy yg mana Allah berfirman : ”Barangsiapa memusuhi waliku sungguh kuumumkan perang kepadanya, tiadalah hamba Ku mendekat kepada Ku dengan hal hal yg fardhu, dan Hamba Ku terus mendekat kepada Ku dengan hal hal yg sunnah baginya hingga Aku mencintainya, bila Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yg ia gunakan untuk mendengar, dan menjadi matanya yg ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yg ia gunakan untuk memerangi, dan kakinya yg ia gunakan untuk melangkah, bila ia meminta pada Ku niscaya kuberi permintaannya....” (shahih Bukhari hadits no.6137) Maka hadits Qudsiy diatas tentunya jelas jelas menunjukkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan panca indera lainnya, bagi mereka yg taat pada Allah akan dilimpahi cahaya kemegahan Allah, pertolongan Allah, kekuatan Allah, keberkahan Allah, dan sungguh maknanya bukanlah berarti Allah menjadi telinga, mata, tangan dan kakinya. Masalah ayat/hadist tasybih (tangan/wajah) dalam ilmu tauhid terdapat dua pendapat dalam menafsirkannya. 1.Pendapat Tafwidh ma’a tanzih 2.Pendapat Ta’wil 1. Madzhab tafwidh ma’a tanzih yaitu mengambil dhahir lafadz dan menyerahkan maknanya kpd Allah swt, dg i’tiqad tanzih (mensucikan Allah dari segala penyerupaan) Ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal masalah hadist sifat, ia berkata ”Nu;minu biha wa nushoddiq biha bilaa kaif wala makna”, (Kita percaya dg hal itu, dan membenarkannya tanpa menanyakannya bagaimana, dan tanpa makna) Madzhab inilah yg juga di pegang oleh Imam Abu hanifah. dan kini muncullah faham mujjassimah yaitu dhohirnya memegang madzhab tafwidh tapi menyerupakan Allah dg mahluk, bukan seperti para imam yg memegang madzhab tafwidh. 2. Madzhab takwil yaitu menakwilkan ayat/hadist tasybih sesuai dg keesaan dan keagungan Allah swt, dan madzhab ini arjah (lebih baik untuk diikuti) karena terdapat penjelasan dan menghilangkan awhaam (khayalan dan syak wasangka) pada muslimin umumnya, sebagaimana Imam Syafii, Imam Bukhari,Imam Nawawi dll. (syarah Jauharat Attauhid oleh Imam Baajuri) Pendapat ini juga terdapat dalam Al Qur’an dan sunnah, juga banyak dipakai oleh para sahabat, tabiin dan imam imam ahlussunnah waljamaah. seperti ayat : ”Nasuullaha fanasiahum” (mereka melupakan Allah maka Allah pun lupa dengan mereka) (QS Attaubah:67), dan ayat : ”Innaa nasiinaakum”. (sungguh kami telah lupa pada kalian QS Assajdah 14). Dengan ayat ini kita tidak bisa menyifatkan sifat lupa kepada Allah walaupun tercantum dalam Alqur’an, dan kita tidak boleh mengatakan Allah punya sifat lupa, tapi berbeda dg sifat lupa pada diri makhluk, karena Allah berfirman : ”dan tiadalah tuhanmu itu lupa” (QS Maryam 64) Dan juga diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits no.2569) apakah kita bisa mensifatkan sakit kepada Allah tapi tidak seperti sakitnya kita? Berkata Imam Nawawi berkenaan hadits Qudsiy diatas dalam kitabnya yaitu Syarah Annawawiy alaa Shahih Muslim bahwa yg dimaksud sakit pada Allah adalah hamba Nya, dan kemuliaan serta kedekatan Nya pada hamba Nya itu, ”wa ma’na wajadtaniy indahu ya’niy wajadta tsawaabii wa karoomatii indahu” dan makna ucapan : akan kau temui aku disisinya adalah akan kau temui pahalaku dan kedermawanan Ku dengan menjenguknya (Syarh Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal 125) Dan banyak pula para sahabat, tabiin, dan para Imam ahlussunnah waljamaah yg berpegang pada pendapat Ta’wil, seperti Imam Ibn Abbas, Imam Malik, Imam Bukhari, Imam Tirmidziy, Imam Abul Hasan Al Asy’ariy, Imam Ibnul Jauziy dll (lihat Daf’ussyubhat Attasybiih oleh Imam Ibn Jauziy). Maka jelaslah bahwa akal tak akan mampu memecahkan rahasia keberadaan Allah swt, sebagaimana firman Nya : ”Maha Suci Tuhan Mu Tuhan Yang Maha Memiliki Kemegahan dari apa apa yg mereka sifatkan, maka salam sejahtera lah bagi para Rasul, dan segala puji atas tuhan sekalian alam” . (QS Asshaffat 180-182). Walillahittaufiq tambahan : lihatlah ucapan Imam Malik rahimahullah atas orang semacam wahabi : Berkata Almuhaddits Hujjatul Islam Al Imam Malik rahimahullah ketika datang seseorang yg bertanya makna ayat : ”Arrahmaanu ’alal Arsyistawa”, Imam Malik menjawab : ”Majhul, Ma’qul, Imaan bihi wajib, wa su’al ’anhu bid’ah (tdk diketahui maknanya, dan tidak boleh mengatakannya mustahil, percaya akannya wajib, bertanya tentang ini adalah Bid’ah Munkarah), dan kulihat engkau ini orang jahat, keluarkan dia..!”, demikian ucapan Imam Malik pada penanya ini, hingga ia mengatakannya : ”kulihat engkau ini orang jahat”, lalu mengusirnya, tentunya seorang Imam Mulia yg menjadi Muhaddits Tertinggi di Madinah Almunawwarah di masanya yg beliau itu Guru Imam Syafii ini tak sembarang mengatakan ucapan seperti itu, kecuali menjadi dalil bagi kita bahwa hanya orang orang yg tidak baik yg mempermasalahkan masalah ini. Rasul saw berkata seraya menunjuk dg telunjuknya kelangit : Wahai Allah maka saksikanlah.. Wahai Allah saksikanlah.. wahai Allah saksikanlah.. (Shahih Muslim) Rasul saw bersabda : "Kasih sayangilah penduduk bumi, maka kau akan dikasih sayangi oleh yg dilangit" (HR Imam Baihaqiy pada Syi'bul Iman hadits no.10.607, Sunan Imam Tirmidzi hadits no.1847) siapa yg dilangit ini..?, tentunya yg dimaksud adalah Allah swt, padahal Allah swt tak bisa dikatakan ada dilangit, karena Allah yang Maha menciptakan langit dari ketiadaan, dan Allah tak bisa terikatr dengan waktu dan tempat. lalu bagaimana dengan firman Allah swt dalam hadits Qudsi : "Jika engkau mengunjungi orang sakit maka akan kau temukan Aku disisinya" (Shahih Muslim hadits no.4661), apakah Allah ada disebelah orang sakit? maka menunjuk kelangit, juga tahiyyat dalam shalat dg menunjuk ke ka'bah, bukan berarti ka;bah itu adalah Allah ada disana tentunya, namun bukan dilarang melakukan itu, justru Rasul saw melakukannya sumber : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=21901#21901

 Cara memakai grep di linux

Bagaimana cara menggunakan perintah grep di Linux?

perintah grep akan mencari file yang diberikan untuk baris yang mengandung persamaan ke string yang diberikan atau kata-kata. Secara default, grep mencetak pencocokan baris. Gunakan grep untuk mencari baris teks yang cocok dengan satu atau regular expressions, dan output hanya pencocokan baris.

Nama, “grep”, berasal dari perintah yang digunakan untuk melakukan operasi serupa, menggunakan Unix / Linux editor teks ed: g/re/p

grep command syntax

grep 'word' 
 filename grep 'string1 string2' 
 filename cat otherfile | grep 'something' command | grep 'something'

Menggunakan grep untuk mencari file

Mencari di /etc/passwd untuk user boo:

$ grep boo /etc/passwd

Anda bisa memaksa untuk mengabaikan sensitifitas kareakter misalnya boo, BOO, Boo dan kombinasi lainya dengan menambahkan pilihan -i :

$ grep -i "boo" /etc/passwd

Menggunakan grep rekursif

Anda bisa mencari secara rekursif misalnya baca semua file di dalam setiap direktori untuk string “192.168.1.5″:

$ grep -r "192.168.1.5" /etc/

Menggunakan grep untuk mencari kata-kata saja

Ketika anda mencari boo, grep akan cocok dengan fooboo, boo123 dll. anda dapat memaksakan grep untuk menhasilkan pencarian yang benar – benar sama dengan kaya yang anda cari. misalnya hanya cocok dengan kata boo :

$ grep -w "boo" /path/to/file

Menggunakan grep untuk mencari 2 kata yang berbeda

$ egrep -w 'word1|word2' /path/to/file

Jumlah baris ketika kata-kata telah dicocokkan

grep dapat melaporkan jumlah kali bahwa pola tersebut telah disesuaikan untuk setiap file menggunakan pilihan -c (count) :

$ grep -c 'word' /path/to/file

Perhatikan juga bahwa Anda dapat menggunakan opsi -n, yang menyebabkan grep untuk mendahului setiap baris output dengan jumlah baris dalam file teks dari yang diperoleh:

$ grep -n 'word' /path/to/file

membalikan kecocokan dengan grep

Anda dapat menggunakan opsi-v untuk mencetak membalikkan kecocokan, yaitu cocok hanya baris yang tidak mengandung kata yang diberikan. Misalnya mencetak semua baris yang tidak mengandung kata bar:

$ grep -v bar /path/to/file

UNIX / Linux pipes dan perintah grep

Perintah grep sering digunakan dengan UNIX / Linux pipes. Contoh nama cetak perangkat hard disk:

# dmesg | egrep '(s|h)d[a-z]'

Tampilan nama model cpu:

# cat /proc/cpuinfo | grep -i 'Model'

Namun, perintah di atas dapat juga digunakan sebagai berikut tanpa shell pipe:

# grep -i 'Model' /proc/cpuinfo

Bagaimana cara menampilkan daftar hanya nama file yang sesuai?

Gunakan opsi-l untuk daftar nama file yang isinya menyebutkan main ():

$ grep -l 'main' *.c

terakhir, Anda dapat memaksa grep untuk menampilkan output dalam warna:

$ grep --color vivek /etc/passwd




sumber ne : http://belajarcyb3r.blogspot.com/2012/04/cara-memakai-grep-di-linux.html

isi post2

Bismillah, Alhamdullilah...

Semoga Allah membimbing penulis dalam mengelola blog ini. Agar isi dari kontent ini merupakan suatu ilmu yang bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca.

Bila ada saran dan kritik yang membangun jangan sungkan untuk mengirim email ke penulis.



Bismillah, Alhamdullilah...

semoga blog ini dapat berlanjut dan